Museum and Art Gallery Malaysia National Bank (Catatan Perjalanan)

Setahun saya di Malaysia, sudah dua kali saya mengunjungi Museum and Art Gallery yang disponsori oleh Bank Negara Malaysia. Sepintas saya pikir isi museum hanyalah uang-uang kuno yang dipamerkan tanpa ada keistimewaan.

Namun, saya salah menduga. Saat pertama mengunjungi museum ini bersama Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, saya terperangah. Bangunan yang digunakan oleh museum ini saja sudah begitu unik. Didominasi oleh bahan dasar kaca yang disusun dengan sudut kemiringan tertentu.

Memasuki museum, kami diterima dengan sangat baik oleh resepsionis yang bertugas. Saat itu kami berkunjung tanpa mengirimkan sepucuk surat pun, karena memang mendadak. Namun, hal tersebut tak mengurangi keramahan guide yang mengantar kami keliling museum. Museum ini memang menyediakan free guiding saat ada rombongan atau personal yang meminta untuk dipandu mengelilingi museum.

Kami mengawali dengan children’s gallery yang berada paling dekat dengan resepsionis lantai dasar. Kami cukup kagum, bermacam pendidikan tentang pentingnya nilai mata uang yang dibalut permainan serta visual mengasyikkan. Ada edukasi cara menabung yang baik, menggambar uang, melihat pengaman pada uang kertas, dan lain sebagainya. Perlu saya akui, desain dan teknologi yang digunakan museum ini top markotop.

Lanjut ke lantai 1, kami masuk ke diorama Islamic Finance Gallery, Economics Gallery, dan Bank Negara Malaysia Gallery. Lantai inilah yang menjadi nyawa museum ini. Diorama ini menyajikan sejarah perkembangan ekonomi dalam dunia Islam. Juga menjelaskan sejarah perkembangan mata uang di Malaysia yang mempengaruhi aspek politik dan sosial. Lagi-lagi, saya terkagum-kagum dengan desain ruangan dan teknik penyajian yang disuguhkan museum ini.

Di lantai 2, ada numismatic gallery. Semacam diorama yang menyajikan sejarah uang pada zaman dahulu. Bagaimana proses barter dilakukan sebagai mata uang. Museum ini juga menyuguhkan benda-benda tiruan yang digunakan sebagai mata uang pada masa itu. Dan di lantai 3, ada galeri lukisan yang merupakan karya seniman ternama di Malaysia.

Perlu anda ketahui, museum yang penuh dengan keunikan dan teknologi berkelas ini tidak dipungut biaya sepeser pun, alias gratis. Untuk ukuran museum semegah ini, angka gratis adalah sebuah keajaiban. Belum lagi jika anda merasa lapar dan haus, anda bisa mampir ke kafe yang disediakan di lantai dasar museum. Harganya sangat bersahabat, meski sekilas tampak mahal, karena interior kafe mirip dengan kafe-kafe mahal lainnya.

Rasanya sayang sekali jika anda ke Malaysia, namun belum mengunjungi museum ini. Sayangnya, belum ada tranport umum yang mengantar anda ke sini. Anda masih perlu menggunakan mobil pribadi atau taksi online untuk menuju tempat ini.

Perlu informasi tentang agen tour travel di Kuala Lumpur? Bisa menghubungi kami di +6011 2137 6847 atau email [email protected]. binhadjid

Saatnya Media Pembelajaran Bahasa Arab “Online” Merebak

Pada semester lalu, saya mengambil materi kuliah master Instructional Method in teaching Arabic di bawah bimbingan Dr. Shobri Sahrir. Awalnya, saya pikir materi ini “hanya” akan membahas bermacam metode pembelajaran Bahasa Arab, teknik pelaksanaanya, evaluasi, dan pengembangannya.

Namun, ternyata terkaan saya salah. Mungkin karena terlalu terpaku dengan materi pembelajaran Bahasa Arab selama saya belajar di Unida Gontor. Dalam materi yang saya pelajari saat degree, selalu hanya melibatkan: Siswa (objek), guru (subjek), metode, dan media. Untuk tiga hal pertama, saya kira Gontor sudah menjadi kiblat untuk beberapa sekolah, pondok, dan kampus di banyak tempat. Namun, untuk sisi media pembelajaran, khususnya media yang bersentuhan dengan teknologi, meski sudah ada, tampaknya Gontor masih perlu banyak pengembangan. Mengingat anak zaman now sudah mulai beralih dari dunia “manual” ke dunia teknologi.

Dalam perkuliahan saya, Dosen tidak banyak memberikan materi di tiap pertemuannya. Ya, mungkin hanya ada beberapa poin penting saja yang perlu kami pahami. Selebihnya, hanya penekanan terhadap apa yang sudah kami pahami saat degree. Sisanya, kami diwajibkan untuk nugas.

Tugas inilah yang menarik. Kami diinstruksikan untuk membuat sebuah media online pembelajaran Bahasa Arab untuk tujuan tertentu (spesific purpose), kemudian dipromosikan dalam sebuah poster, serta dituangkan dalam sebuah proposal. Cukup dengan mengerjakan 3 poin tugas ini saja, kami sudah dianggap lulus, tak perlu hadir di ruang kuliah.

Tampaknya sederhana, namun ternyata rumit.

Dosen saya tidak kaburo maqtan dalam penugasan ini. Dengan bangga beliau seringkali membawa produk-produk media pembelajaran bahasa Arab hasil karyanya ke kelas. Entah dalam bentuk website, aplikasi, video, buku, hingga ada semacam permainan anak yang dapat “hidup” secara hologram. Pastinya, semua produk itu mendapat sokongan besar dari sponsor, kampus, pemerintah, atau perusahaan, entah apa itu namanya. Karena produk semacam ini jelas-jelas tidak gratis.

Ada kawan saya yang menggunakan skypee, ada pula yang membuat blog sederhana, ada pula yang sedikit modal dengan merancang sebuah website. Dosen sempat merekomendasikan kami untuk membuat sebuah aplikasi yang bisa diakses di playstore atau appstore, namun, tak satupun dari kami mampu.

Saya memilih untuk membuat sebuah blog sederhana, kemudian diisi dengan materi pembelajaran Bahasa Arab untuk diplomasi. Artinya, bagi orang yang akan memasuki dunia diplomasi Bahasa Arab, namun buta bahasa Arab, blog saya ini adalah jawaban tepat untuk mengatasinya. Blog saya isi dengan kosakata khusus dunia diplomasi, artikel-artikel politik, video-video wawancara, dan rujukan buku-buku politik, semua tentu berbahasa Arab.

Dalam menggarap tugas ini, diperlukan pengetahuan mengenai teknik built up sebuah blog, mengisi konten, kemudian mengunggah. Saya tidak perlu menyusun ratusan kosa kata bahasa Arab dalam dunia politik satu per satu, cukup dengan mengambil dari sebuah kamus bahasa Arab diplomasi yang ada dalam internet. Ingat, dalam pengerjaan tugas, proses dan isi adalah penting, namun titik “done” dan “submit” pada waktu yang ditentukan adalah sangat jauh lebih penting. Maka sisi efektivitas dan efisiensi perlu kita kedepankan.

Alhamdulillah, di akhir semester saya berhasil mengumpulkan tepat waktu, kemudian mendapatkan nilai yang “cukup”, meski tidak memuaskan.

Materi ini benar-benar menggugah pola pikir saya selaku seorang pengajar bahasa Arab. Berharap agar Unida Gontor dapat fokus mengembangkan metode pembelajaran Bahasa Arab melalui media online.binhadjid

Berikut adalah link blog hasil tugas saya: https://arabicdiplomacy.wordpress.com/

Sumber foto: https://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/16/09/01/ocu3io313-tingkat-adopsi-alat-digital-di-sekolah-rendah

Nih, Tips dan Cara Muqobalah ke Madinah

Bagi yang tertarik untuk kuliah di Universitas Islam Madinah, ada beberapa cara dan tips agar dapat diterima:

Prosedur Pendaftaran
Pendaftaran dilakukan online melalui situs iu.edu.sa, kemudian akan mendapatkan nomor registrasi. Nomor itulah yang dibawa ke panitia dauroh untuk kemudian diproses.

Pra Ujian
Setelah pasti kapan ujian, persiapkan diri anda sebaik mungkin, karena Madinah dan Makkah adalah kota suci, yang gak akan menerima kecuali orang-orang yang suci pula. Perbaiki niat anda, apakah anda ke madinah untuk sekedar gengsi, title, mencari nama baik, atau niat duniawi yang lainnya. Niatkan lillahi ta’ala, serta kemajuan umat muslim di daerah kita masing-masing.

Ujian
Saat dipanggil nama anda, datanglah kepada penguji dengan segera, menjaga kesopanan, kemudian bersalaman tanpa mencium tangan (sesuai adat mereka). Bahkan kalo bisa, cipika cipiki alias cium pipi kanan dan pipi kiri. Pertama akan ditanya mengenai nama. Masuk ke materi ujian, anda akan ditanya mengenai beberapa hal berikut:

1. Fakultas apa yang akan anda ambil?
2. Hafalan qur’an (jawab dengan jujur, mana yang sudah matang, mana yang belum)
3. Hafalan al-qur’an tersebut akan menyambung pada ‘ulumul ‘arobiyyah, yakni nahwu dan shorof. Misalnya, anda diperintahkan untuk menyebutkan i’rob pada kalimat tertentu.
4. Tafsir, setelah disebutkan i’rob, anda diperintahkan untuk menafsirkan ayat tersebut. (Ingat, pada tahap ini, penguji memang sudah mengetahui kadar pemahaman kita kurang. Tapi penguji ingin melihat tingkat kemampuan anda berbicara dalam bahasa arab. Boleh penafsiran berdasarkan pemikiran anda, tapi jangan terlalu ngasal, apalagi sampai menyesatkan tafsir Qur’an.
5. Selain hal-hal di atas, anda juga akan ditanya tentang beberapa dirosah islamiyah. Pada tahap ini, bagi anda yang lulusan pondok pesantren, insya allah sudah menguasai hal tersebut. Misalnya tentang fiqh, tauhid, hukum-hukum suatu hal, usuluddin dan lain sebagainya. Ingat, apa bila ditanya tentang hukum, jawab dengan tegas. Rokok=haram, peringatan maulid nabi=haram (seusai dengan mazhab mereka)
6. Perhatikan hal-hal teknis di luar materi yang terkadang justru lebih berpengaruh:
-Adat sopan santun
-Apabila penguji melancarkan soal yang tidak jelas, mohonlah untuk diulangi dengan sopan
-Siap untuk diuji mengenai tulisan arab anda
-Usahakan menggunakan celana (jangan sarung), koko rapi atau kemeja, celana agak diangkat, jangan sampai celana menyentuh permukaan tanah
-Berbicaralah lantang, tegas dan sigap namun sopan, jujur dan rendah hati.
7. Di akhir ujian, usahakan untuk memberikan suatu hal, yang membuat penguji selalu ingat dengan kita. Misalnya, buatlah sebuah sya’ir untuk penguji tentang niat anda belajar di sana, jelaskan bahwa di rumah anda banyak bid’ah sehingga dibutuhkan kader pemimpin umat seperti anda, atau hal-hal laen yang sekiranya membuat nilai lebih untuk anda di mata penguji.
8. Perbanyak do’a, tawakkal serta meminta kedua orang tua selalu mendo’akan kita. Niatkan ikhlas, lillahi ta’ala….

Sedikit catatan, ini hanya sekedar gambaran soal. Tidak semua rentetan soal pasti sama dengan hal di atas, tapi setidaknya kita sudah ada persiapan dengan soal yang akan diujikan. Tulisan di atas merupakan pengalaman dari narasumber yang sekarang sudah kuliah di Madinah (namun tak mau disebutkan namanya)

Semoga bermanfaat
Ma’an Najah……

Binhadjid

Foto: https://duniatimteng.com